Semua orang punya masalah khan?
dan gak ada seorang pun yang sempurna di muka bumi ini.
Terus, apa donk yang disebut sempurna?
Jika gak ada seorang pun yang sempurna.
Maka gak ada seorang pun yang tahu arti sesungguhnya dari kesempurnaan.
Terus, orang-orang mulai mempertanyakaan akan kesempurnaan Tuhan.
Orang-orang mulai meragukan Tuhan.
Karena semakin dalam mereka memikirkan tentang Tuhan,
semakin mereka tidak tahu tentang Allah.
Karena Tuhan begitu sempurna,
maka dari itu kita tidak bisa mengerti akan Dia.
Dan sia-sia lah semua usaha kita untuk mengerti Dia.
Tapi, jika engkau benar-benar ingin mengetahui tentang Dia,
jangan pikirkan Tuhan seperti Tuhan yang jauh.
Tapi pikirkan Dia seperti Penciptamu.
Jadi, pikirkan saja tentang segala ciptaan-Nya.
Pikirkan tentang dirimu sendiri.
Lalu.....
Kau akan menemukan-Nya ternyata ada di dalam dirimu.
Di sekitarmu, di udara, pohon, burung di langit.
Karena Dia berada di seluruh bumi ini,
Dia adalah jagat raya ini.
Dia di dalam dirimu.
Dia adalah cinta.
Dia adalah harapan.
Dia adalah terang.
Dia adalah kehidupan.
Dia adalah penyembuh.
Dia adalah kudus.
Dia adalah kasih.
Dia adalah kesabaran.
Dia adalah pengampunan.
Dia adalah kepedulian.
Dia adalah keajaiban.
Dia adalah ketenangan.
Dia adalah damai.
Dia adalah baik.
Dia adalah iman.
Dia adalah kejujuran.
Dia adalah perlindungan.
Dia adalah pertolongan.
Dia adalah kebenaran.
Dia adalah semua yang baik, cinta, dan damai.
Jadi....
Apa sekarang kamu masih ada masalah?
Bahkan lebih dari satu masalah?
Sekarang, aku minta kamu untuk mempertanyakan masalah itu pada dirimu, dan pada Tuhan.
" Bapa, apa yang harus aku lakukan dengan segala permasalahanku?"
" Apa sih sebenarnya permasalahanku Bapa?"
" Mengapa Engkau memberikan masalah ini padaku, Bapa?"
" Apa yang Engkau ingin aku lakukan?"
" Apa yang bisa kulakukan untukMu, Bapa?"
.
.
.
Sekarang aku yakin, jika kau benar-benar memiliki percakapan yang serius dengan Bapa.
Jika engkau sungguh-sungguh berdoa pada-Nya,
pasti Dia akan menjawabmu.
Percayalah.
Dan jika kau benar-benar putus asa ingin bantuan,
BERDOA, BERTINDAK, dan BACALAH FIRMAN.
yang pasti, kau bisa berdoa, curhat sama Tuhan, Dia mau kok terima unek-unek kamu.
Dan, kamu bisa juga cerita masalah kamu sama orang yang bisa kamu percaya, sahabat, orang tua, atau bahkan teman yang jarang kamu ajak ngobrol, yang penting kamu bisa percaya sama dia.
Kadang Tuhan memakai orang-orang di sekitar kamu untuk menjawab segala masalah kamu.
" Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya"
Firman ini benar-benar membuatku berpikir, kalau Tuhan telah merencanakan segalanya untuk kita.
Walau rencana-Nya kadang kita gak bisa mengerti,
tapi,
aku percaya rencana-Nya baik untukku.
Aku percaya Ia tidak akan pernah tinggalkan aku sendirian.
Aku percaya Dia di dalam aku.
Aku percaya Dia adalah satu-satunya Tuhan untukku.
Aku percaya akan Dia, Bapa di surga.
Aku mengimani-Nya.
Aku menyayangi-Nya.
Jadi...
Apa yang masih kamu tunggu?
Kamu masih punya masalah-masalah itu khan?
Masalahmu tidak akan selesai hanya dengan menatap, mambaca, dan tidak melakukan apapun.
Mulailah berdoa pada-Nya.
Bicaralah pada-Nya, apa aja juga boleh.
Bahkan topik yang paling membosankan pun sangat penting bagi Dia, asal Dia bisa bicara padamu.
Karena, Dia sangat mencintaimu.
Karena, Dia sangat baik.
Dia itu pokonya super super segalanya yang baik.
Pokoknya jangan lupa, Dia selalu mau mendengarkan engkau.
Asalkan engkau mau meluangkan waktu dengan-Nya.
Bahkan ketika kau pikir engkau sendirian,
sebenarnya, Dia tepat di sampingmu.
Bahkan ketika kau pikir tak ada seorangpun yang sanggup menyelamatkanmu,
Dia sanggup.
Bahkan ketika kau pikir tak ada lagi jalan keluar,
Dia adalah satu-satunya jalan.
Bahkan, ketika kau melupakan Dia......
Dia menunggumu untuk ingat kembali.
Dan Dia tetap menunggumu untuk bicara lagi dengan-Nya.
Dia selalu ada untukmu.
Sayangnya...
Kamu kadang tidak mendengarkan Dia,
bahkan ketika Dia memanggilmu,
kau menghiraukan Dia,
kamu cuekkin Dia,
kamu lukai hati kudus-Nya,
kamu merasa bersalah,
jadi kamu malah benar-benar menghindari Dia.
Kamu jauhkan dirimu dari-Nya.
Sadarkah engkau, bahwa dengan menghindari-Nya,
kamu malah makin menyakiti-Nya?
Sekarang,...
Dia satu-satunya Tuhan-Mu, masih menunggumu.
Bersediakah engkau membuka hatimu untuk-Nya?
Dia sangat ingin memeluk engkau,
sangat ingin menyayangi engkau,
bicara denganmu,
menolong kamu,
menghapus semua penderitaanmu, masalahmu.
Dia masih menunggumu.
Tolong buka hatimu untuk-Nya.
Biarkan Dia menyentuhmu dengan cinta-Nya, cinta kasih-Nya yang tidak berkesudahan.
Jika kau buka hatimu untuk-Nya, ketika Dia mengetuk pintu hatimu.
Semua masalahmu rasanya menjadi sepele dihadapan-Nya.
Karena Dia bersamamu, serasa kau akan bisa melakukan apapun.
Karena Tuhan bersamamu,
surga bahkan bersukacita dan bergembira untuk engkau,
penuh sukacita dan kegembiraan akan kembalinya engkau di sisi-Nya.
Karena Bapa sudah mendapatkan apa yang hilang,
anak yang hilang sudah kembali.
Bapa sangat senang bisa bersamamu,
bahkan lebih dari yang bisa kau bayangkan.
Bapa sangat mencintaimu,
tidak ada seorangpun yang bisa mencintaimu, seperti layaknya Dia mencintaimu.
Sekarang...
Masih kau melihat masalahmu sebagai sesuatu yang tidak bisa kau pecahkan?
Aku percaya tidak.
Sekarang, seharusnya kau melihat masalahmu sebagai hal yang sepele.
Sekarang, seharusnya tidak ada sesuatupun yang bisa menghentikanmu dari mencintai-Nya.
Sekarang, seharusnya kau hanya akan bisa memikirkan tentang satu hal, yaitu Yesus.
Karena, ketika kau merasa Yesus ada di dalam dirimu,
semua terasa begitu indah.
Masalahmu terasa kecil.
Itu karena Tuhan bersamamu.
Dia membuat engkau aman, nyaman bersama-Nya.
Dia membuat engkau terlindungi dari bahaya yang bahkan jauh lebih besar.
Karena sekarang kita sudah berpikir Tuhan adalah segalanya,
dan masalahmu adalah sesuatu yang Tuhan berikan,
supaya kita bisa belajar,
kita bisa mencintai,
kita menyadari akan cinta-Nya,
dan kita akan bergantung pada-Nya.
Jadi, percayalah pada-Nya.
Imanilah Dia sepenuhnya.
Cintailah Dia.
Karena Yesus bahkan sudah lebih dahulu mencintaimu dan akan terus mencintaimu sampai selama-lamanya.
Katakan keras-keras,
AKU
CINTA
YESUS
Satu-satunya Tuhan dan Juru selamatku
Aku cinta Yesus.
florzz's blog
Sabtu, 22 Oktober 2011
Kamis, 20 Oktober 2011
The Mouse's Story
One day, a mouse looked through the crack in the wall to see the farmer and his wife open a package. He was devastated to discover it was a mousetrap.
The mouse told all his animal friends: “There is a mousetrap in the house!”
The chicken said, “Mr. Mouse, I’m so sorry to hear that, but that’s not my problem.” Being charismatic, the chicken said, “I’ll pray for you…”
The mouse turned to the pig and told him, “There is a mousetrap in the house!”
The pig said, “I’m so very sorry, Mr. Mouse, but there is nothing I can do about it.”
The mouse turned to the cow and said, “There is a mousetrap in the house!”
The cow said, “Wow, Mr. Mouse. I’m sorry for you, but it’s not my problem.”
So, the mouse returned to the house, dejected.
That very night a sound was heard throughout the house – the sound of a mousetrap catching its prey.
The farmer’s wife went out. In the darkness, she did not see it. It was a poisonous snake whose tail was caught in the trap. The snake bit the farmer’s wife.
She developed a fever. The doctor said “She needs chicken soup.” So the farmer took his knife for the soup’s main ingredient: Chicken!
But his wife’s sickness continued. Friends and neighbors came to visit. To feed them, the farmer thought of serving them pork adobo. So the pig had to go.
But, alas, the farmer’s wife did not get well… She died.
So many people came for her funeral. And the farmer had to slaughter the cow to feed all of them…
The lesson?
Don’t ever say, “It’s none of my business.”
We are indelibly intricately connected with each other.
When our brother is in pain, we should be in pain too
The mouse told all his animal friends: “There is a mousetrap in the house!”
The chicken said, “Mr. Mouse, I’m so sorry to hear that, but that’s not my problem.” Being charismatic, the chicken said, “I’ll pray for you…”
The mouse turned to the pig and told him, “There is a mousetrap in the house!”
The pig said, “I’m so very sorry, Mr. Mouse, but there is nothing I can do about it.”
The mouse turned to the cow and said, “There is a mousetrap in the house!”
The cow said, “Wow, Mr. Mouse. I’m sorry for you, but it’s not my problem.”
So, the mouse returned to the house, dejected.
That very night a sound was heard throughout the house – the sound of a mousetrap catching its prey.
The farmer’s wife went out. In the darkness, she did not see it. It was a poisonous snake whose tail was caught in the trap. The snake bit the farmer’s wife.
She developed a fever. The doctor said “She needs chicken soup.” So the farmer took his knife for the soup’s main ingredient: Chicken!
But his wife’s sickness continued. Friends and neighbors came to visit. To feed them, the farmer thought of serving them pork adobo. So the pig had to go.
But, alas, the farmer’s wife did not get well… She died.
So many people came for her funeral. And the farmer had to slaughter the cow to feed all of them…
The lesson?
Don’t ever say, “It’s none of my business.”
We are indelibly intricately connected with each other.
When our brother is in pain, we should be in pain too
Label:
bijaksana,
cerita lucu,
kisah,
menolong,
penderitaan,
tikus
Senin, 29 Maret 2010
Andoy's Story (Christmas Present)
Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.
Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."
Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"
Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.
Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.
Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.
Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.
Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."
Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"
Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.
Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.
Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.
Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.
Label:
Andoy,
Filipina,
Hadiah Natal,
Tuhan Yesus
Kamis, 16 Juli 2009
gelas cantik
Minggu, 05 Juli 2009
Kisah Bebek dan Pengampunan
Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke rumah kakek dan neneknya di pertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang, di dekat rumah dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu di kepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek di dalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apa pun. Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring." Tetapi Sally berkata,"Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu di dapur, bukankah demikian Johnny?" Kemudian Sally berbisik, "Ingat bebek?" Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan barangkali anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu." Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi sally pergi memancing dan johnny di rumah.
Setelah beberapa hari johnny mengerjakan tugas-tugasnya sendiri dan juga tugas-tugas sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan dia mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidaklah kau lihat, aku berdiri di jendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu."
Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh ke mukamu. Tetapi apa pun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Yesus Kristus juga selalu berdiri di jendela. dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu.
Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan.
(Klinik Rohani)
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek di dalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apa pun. Setelah makan, nenek berkata, "Sally, cuci piring." Tetapi Sally berkata,"Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu di dapur, bukankah demikian Johnny?" Kemudian Sally berbisik, "Ingat bebek?" Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan barangkali anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, "maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan." Tetapi Sally tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu." Kembali dia berbisik, "Ingat bebek?"
Jadi sally pergi memancing dan johnny di rumah.
Setelah beberapa hari johnny mengerjakan tugas-tugasnya sendiri dan juga tugas-tugas sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan dia mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidaklah kau lihat, aku berdiri di jendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu."
Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh ke mukamu. Tetapi apa pun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Yesus Kristus juga selalu berdiri di jendela. dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu.
Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan.
(Klinik Rohani)
Jumat, 26 Juni 2009
Pesan dari Sang Pencipta
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang hidungnya. Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah AKU meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.
AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau. Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yang melindungi kehidupan pria. AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru, dan mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria, hatu/jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-parunya menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan erat. Engkau adalah malaikat-KU yang sempurna. Engkau adalah gadis kecil-KU yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika melihat hatimu.
Matamu -- jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggenggam hatimu dekat dengan-KU. Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang paling mirip dengan AKU.
Adam berjalan bersama-KU di hari yang dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi dengan-KU, AKU membentuknya di dalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-Ku. Engkau adalah istimewa karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU - wanita, perasaan-KU. Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati.
PRIA
perlakukan wanita dengan baik. cintailah dia, hormatilah dia, karena dia lembut.
menyakitinya, berarti engkau menyakiti-Ku. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukannya kepada-Ku. Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri.
WANITA
dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah KU berikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.
AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau. Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yang melindungi kehidupan pria. AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru, dan mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria, hatu/jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-parunya menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan erat. Engkau adalah malaikat-KU yang sempurna. Engkau adalah gadis kecil-KU yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika melihat hatimu.
Matamu -- jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggenggam hatimu dekat dengan-KU. Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang paling mirip dengan AKU.
Adam berjalan bersama-KU di hari yang dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi dengan-KU, AKU membentuknya di dalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-Ku. Engkau adalah istimewa karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU - wanita, perasaan-KU. Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati.
PRIA
perlakukan wanita dengan baik. cintailah dia, hormatilah dia, karena dia lembut.
menyakitinya, berarti engkau menyakiti-Ku. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukannya kepada-Ku. Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri.
WANITA
dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah KU berikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.
Senin, 22 Juni 2009
Children
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you
You may give them your love but not your thoughts,
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
Which you cannot visit, not even in your dreams
You may strive to be like them, but seek not to make them like you
For life goes not backward nor tarries with yesterday
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
And He bends you with His might that His arrows may go swift and far
Let your bending in the archer's hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves The bow that is stable
(Kahlil Gibran)
They are the sons and daughters of Life's longing for itself
They come through you but not from you,
And though they are with you yet they belong not to you
You may give them your love but not your thoughts,
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow,
Which you cannot visit, not even in your dreams
You may strive to be like them, but seek not to make them like you
For life goes not backward nor tarries with yesterday
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
And He bends you with His might that His arrows may go swift and far
Let your bending in the archer's hand be for gladness;
For even as He loves the arrow that flies,
so He loves The bow that is stable
(Kahlil Gibran)
Langganan:
Postingan (Atom)
